Untung Rugi Memilih Syahrial Oesman atau Alex Nurdin

 

Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan tinggal beberapa bulan lagi. Suhu politik di wilayah ini semakin memanas namun masih dalam batasan wajar. Beberapa kandidat yang akan bertarung mulai bersaing seru. Massa pun mulai terpengaruh dan mengelompok dalam barisan pendukung masing-masing. Ini pun masih wajar dalam nuansa baru berdemokrasi.

Pemilihan langsung Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel memang baru pertama kali terjadi di propinsi ini. Namun pengalaman pelaksanaan Pilpres lalu telah memberikan pelajaran berharga bagi warga untuk menghadapi Pilkada Sumsel bulan September mendatang. Kuncinya, Santai, tidak perlu keruh.

Masyarakat calon pemilih yang ada di wilayah Sumsel, seperti halnya masyarakat Indonesia lainnya, dapat dikatagorikan dalam 3 kelompok. Yaitu Pemilih Tradisional, Pemilih Emosional dan Pemilih Rasional.

Pemilih Tradisional dalam menentukan pilihannya sangat dipengaruhi faktor-faktor tradisional dalam memilih. Calon pemimpin yang gagah, ganteng, populer, berwibawa dan sejenisnya akan dipilih oleh Pemilih kelompok ini. Mereka belum mempertimbangkan faktor kemampuan, visi, misi dan strategi pembangunan yang ditawarkan calon. Pemilih tertarik karena merasa suka dengan sang calon. Pemilih ini jumlahnya sangat banyak.

Pemilih Emosional adalah pemilih yang memiliki hubungan emosional dengan sang calon. Hubungan keluarga, saudara, sahabat, rekan bisnis, kroni, atasan, kesamaan asal daerah, suku, agama dan sejenisnya akan menentukan pilihan seorang pemilih kelompok ini. Mereka tidak peduli dengan kemampuan maupun program-program yang ditawarkan calon. Mereka hanya memilih karena merasa memiliki hubungan dan kedekatan dengan sang calon. Kelompok ini sangat loyal dan fanatis. Jumlah kelompok ini cukup banyak, tergantung seberapa besar hubungan sang calon selama ini.

Sedangkan kelompok yang ketiga adalah kelompok pemilih yang Rasional. Ini adalah kelompok yang jumlahnya masih sangat kecil. Mereka merupakan masyarakat yang telah memiliki pemahaman yang lebih tinggi tentang Pilkada. Mereka memiliki kesadaran yang baik tentang perlunya pemimpin yang baik, berlualitas dan mampu memimpin rakyat. Pemilih Rasional tidak terpengaruh lagi oleh hubungan kedekatan atau karena baiknya penampilan sang calon. Pemilih ini akan memilih calon pemimpin dengan berbagai pertimbangan rasional dan objektif. Yang terbaik diantara pilihan tersebut yang akan mereka pilih, apapun latar belakangnya.

Pada Pilkada Sumsel 2008 ini jumlah Pemilih Rasional masih sangat sedikit, namun seiring perkembangan demokrasi kelompok ini akan terus bertambah.

Untung Rugi Pilihan

Menghadapi Pilkada Sumsel 2008 ini, dimana setidaknya ada 2 calon paling potensial untuk dipilih, kami menyodorkan beberapa argumen yang diharapkan dapat menjadi masukan bagi kelompok pemilih rasional dalam menentukan Pilihannya. Argumen ini benar-benar objektif tanpa berpihak pada salah satu calon.

Untung Rugi Pilih SYahrial Oesman

Syahrial Oesman adalah seorang Gubernur Sumsel yang berhasil. Dari sekian nama Gubernur yang pernah memimpin Sumsel, Syahrial Oesman lah yang terbaik. Prestasinya luar biasa. Ia bahkan menjadi satu-satunya Gubernur dari Sumatera  yang berhasil mendapatkan anugerah Presiden RI berupa Bintang mahaputera Utama.

Syahrial Oesman memiliki visi yang jauh kedepan. Ia dikenal sangat gigih dan tak kenal lelah. Kemahirannya melakukan loby dengan pemerintah pusat telah mampu banyak menarik dana pusat untuk membangun Sumsel. Pembangunan mega proyek banyak tersebar dimana-mana. Bahkan kondisi jalan lintas timur yang dimasa lalu selalu rusak, kini nampak hitam mulus.

Syahrial memiliki kedekatan dengan semua elemen masyarakat. Ia seorang Gubernur yang bisa merangkul semua kelompok dalam masyarakat. Kemunculan paguyuban-paguyuban mampu ia jadikan sebagai kekayaan budaya untuk keanekaragaman budaya sumsel.

Hubungan dengan partai politik dan legislatif juga sangat harmonis. Tak terdengar orang-orang politik yang berani mengkritik Syahrial dengan tajam. Bahkan iklim demokrasi yang baik telah tertanam disini. Beberapa kegiatan Pilkada di beberapa kabupaten kota telah berlangsung dengan sukses dan tenang.

Karena hal-hal diatas maka jika saja Syahrial Oesman terpilih kembali maka keuntungannya adalah segala kemapanan yang telah diraih Sumsel selama ini akan tetap terjaga dan berkesinambungan. Program-program yang masih belum tuntas akan dilanjutkan hingga selesai. Proyek pembangunan Tanjung Api-api misalnya, akan menjadi proyek yang seutuhnya buah karya Syahrial Oesman.

Selain itu perubahan drastis tidak akan terjadi. Terpilihnya pemimpin yang salah juga tak akan terjadi karena memang Syahrial sudah membuktikan diri bahwa ia mampu memimpin propinsi ini.

Maka sangat beruntung jika Syahrial terpilih lagi karena semua akan terus berlanjut.

Kerugian bagi masyarakat Sumsel jika tidak memilih Syahrial adalah lepasnya kepemimpinan Sumsel ke tangan orang baru yang belum diketahui secara nyata kepemimpinannya dalam memilih Sumsel. Jika ternyata pemimpin baru tersebut seorang yang salah, maka dalam lima tahun mendatang warga Sumsel harus bertahan dalam ketidak majuan.

Hanya saja ada hal yang menjadi perusak kesuksesan Syahrial adalah peranan Preman yang terkesan diberi tempat sehingga memberi kesan pemerintahan Syahrial Oesman identik dengan Preman. Oleh karena itu untuk lima tahun mendatang kebijakan yang terlalu dekat dengan preman harus dijauhi dan ada keberanian untuk menghapuskan aksi premanisme dalam pengucuran proyek-proyek yang banyak terjadi saat ini.

Untung Rugi Pilih Alex Noerdin

Alex Noerdin adalah Bupati Musi Banyuasin. Kini ia menjabat untuk periode yang kedua di kabupaten tersebut. Selama memimpin kabupaten tersebut Alex Noerdin telah membuktikan bahwa dirinya adalah seorang pemimpin yang sukses dan mampu membawa perubahan bagi kemajuan masyarakat.

Kabupaten Muba sebelumnya adalah sebuah kabupaten yang paling tertinggal. Sekayu yang menjadi ibukotanya sama sekali tak dikenal orang. Penghasilan daerah ini paling kecil dan pembangunan sangat lambat. Warga Muba dikenal sebagai masyarakat yang paling tertinggal. Tingkat pendidikannya sangat rendah dan ekonominyapun susah.

Tapi itu dulu. Semenjak Alex Noerdin memimpin kabupaten itu berbagai perubahan dan perkembangan pesat telah terjadi disini. Penerimaan daerah didongkrak secara fantastis. Dalam masa tiga tahun ia memimpin jumlah angka APBD Muba yang semula hanya sekitar Rp.300 Milyar saja bisa disulap menjadi Rp.1,2 Trilyun lebih. Musi Banyuasin mampu mendahului kabupaten Kota lainnya di Sumsel. Bahkan saat ini kabupaten ini menempati urutan kedua kabupaten terkaya di Indonesia.

Pembangunan berbagai sarana dan prasarana terus dilakukan. Mulai dari pembangunan lapangan terbang dan fasilitas modern hingga pembangunan fasiltas pendidikan, kesehatan, sarana jalan di pedesaaan bahkan hingga jalan ke kuburanpun diaspal.

Yang mencolok dari keseuksesan Alex Noerdin di Muba adalah keberaniannya melaksanakan program Pendidikan Gratis dan Kesehatan Gratis. Padahal di pemerintah pusat saja hingga kini masih pusing tujuh keliling mencari solusi untuk meringankan beban masyarakat di dua bidang tersebut.

Awalnya banyak pihak yang mencemooh program Alex tersebut. Sepertinya hal yang mustahil dilaksanakan. Namun Alex tetap jalan terus. Hasilnya memang luar biasa, warga Muba merasakan kemajuan dan peningkatan taraf hidup yang sangat cepat.  Dengan keuangan daerah yang sangat besar maka Muba mampu melakukan apapun untuk kemajuan daerahnya.

Kini Alex Noerdin berniat untuk tampil di wilayah yang lebih luas, propinsi Sumatera Selatan. Tekadnya ingin menerapkan program yang telah ia jalankan di Muba menjadi lebih luas lagi. Alex siap membuat perubahan besar demi kemajuan Sumsel. Salah satunya program Sekolah dan Kesehatan Gratis akan ia jalankan hingga sukses.

Jika Alex Noerdin terpilih menjadi Gubernur maka itu artinya Sumsel sangat beruntung karena memperoleh pemimpin yang luar biasa. Ia seorang yang hebat dengan visi misi yang sangat berpihak pada kondisi riil masyarakat Sumsel saat ini. Ia juga orang yang pandai meloby. Maka jangan kaget jika saat ini APBD Sumsel cuma Rp.2,6 Trilyun bisa berubah menjadi Rp.6 Trilyun lebih dalam waktu 2 tahun setelah Alex menjadi Gubernur. Jika Sumsel dipimpin oleh Alex Noerdin maka Sumsel akan berlari 2-3 kali lebih cepat ketimbang saat ini.

Alex juga tak memiliki gerbong yang sangat banyak. Preman-preman tak mendapat tempat karena Alex tidak suka itu. Masyarakat tidak perlu repot lagi memikirkan biaya anak sekolah dan tidak perlu khawatir jika mengalami sakit. Semuanya gratis. Selain itu program pemberdayaan masyarakat pun akan jauh lebih banyak lagi dikucurkan.

Kerugian jika masyarakat Sumsel tidak memilih Alex Noerdin adalah masyarakat Sumsel harus cukup puas dengan keadaan seperti sekarang ini. Sumsel akan berkembang perlahan. Sumsel tidak akan mengalami perubahan yang berarti. Peningkatan APBD yang luar biasa serta pembangunan yang super cepat tidak perlu diharapkan jika Alex tidak terpilih. Alex adalah orang yang sangat langka. Sulit mencari pemimpin seperti dia di negeri ini. Beruntunglah Sumsel memilikinya.

Yang menjadi pasangan Alex Noerdin adalah Eddy Yusuf. Ia seorang Bupati OKU yang sukses. Ia dikenal sebagai Visioner. Pemikirannya yang nasionalis dan sangat jauh kedepan menjadikan kekuatan Alex Eddy sebagai potensi yang sangat baik bagi kemajuan Sumsel kedepan.

Pilihan Terserah Anda

Dari beberapa argumen diatas, pilihan tetap ada di tangan anda. Tak ada maksud untuk menggiring anda. Dua-duanya bagus. Dua-duanya berprestasi. Dua-duanya hebat

4 Responses to Untung Rugi Memilih Syahrial Oesman atau Alex Nurdin

  1. robin Pratama says:

    syahrial tetap yang terbaik…
    penduduk muba yang merasakan dana apbd hanya 10 %. 90 % masih melarat.
    jagn kaget hampir semua tukang es, sopir angkot, preman terminal, penodong adalah masyarakat muba yang merantau di palembang.
    mana buktinya muba makmur kalau masyarakatnya masih seperti itu..

  2. Betul! says:

    YA HANYA ORANG YANG BERMENTAL MATRIALISTIK DAN GLAMOR YANG BISA TERPEDAYA DGN GERAK LANGKAH BELIAU, DIA BUKAN SEPENUHNYA MEMIKIRKAN UTK KEPENTINGAN DAN KESEJAHTRAAN RAKYAT TAPI YANG DIA CARI ADALAH PI DARI SETIAP PROYEK YANG DIA RENCANAKAN SEMENTARA YANG MELAKSANAKAN PEKERJAAN PROYEK JUGA ADALAH ANAK DAN KRONI2 NYA, YA GAYA SEPAK TERJANG SUHARTO DGN ORDER BARUNYA, BOLEH PERCAYA,BOLEH TIDAK!

  3. Betul! says:

    YA HANYA ADA PADA ALEX NURDIN ! COBA SAJA PELAJARI SEPAK TERJANG BELIAU SELAMA INI ? ANDA JANGAN SALAH PILIH ! KASIHAN NEGRI INI!

  4. samhari says:

    memang aku yakin alex pasti menang ternyata benar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: